BUKU \"100 HARI KERJA\" GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SUMBAR PERIODE 2021-2024, DILUNCURKAN. Berita Utama

BUKU \

Buku "100 HARI KERJA" Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Periode 2021-2024, Diluncurkan.

PADANG--Dalam rangka peluncuran (launching) catatan-catatan atau buku agenda yang dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat selama 100 hari dalam melaksanakan tugas di Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Ketua tim penulis buku tersebut dengan semangat luar biasa dan alasan-alasan yang dikemukakan di dalamnya cukup mendasar selama 100 hari kami bekerja didampingi seorang generasi milenial yakni Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah didampingi Wakil Gubernur Audy Joinaldy pada acara Launching 100 Hari Kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran, Minggu (6/6/2021).

Mahyeldi apresiasi para inisiator dan kepada tim yang telah meramu dan kemudian menghidangkan sebuah buku dalam bentuk tulisan apa yang telah kami lakukan dalam waktu 100 hari kerja. Sejak dilantik pada tanggal 25 Februari 2021 yang lalu oleh bapak presiden republik indonesia di Istana Merdeka bersama pasangan saya Audy Joinaldy.

Sesuai janji kami, untuk segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumbar tahun 2021-2026. Meskipun periodisasi kepemimpinan kami tahun 2021-2024 sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang penetapan kepala daerah pilkada serentak tahun 2020. "Sejak itu pula pengabdian-pengabdian itu dimulai dan satu persatu komitmen dari kami ditunaikan," kata Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi ini merupakan tanggung jawab yang telah diikrarkan dan disaksikan langsung oleh masyarakat sumatera barat. Sesuai dengan visi yang diusung pada saat pilkada serentak pada tahun 2020 lalu yakni terwujudnya masyarakat sumatera barat yang Madani Unggul dan Berkelanjutan.

Mewujudkan visi tersebut disiapkanlah tujuh misi dan empat program unggulan, dimana empat program unggulan tersebut antara lain Sumbar Sehat dan Cerdas, Sumbar Religius dan Berbudaya, Sumbar Berkeadilan, Sumbar Sejahtera.

"Diantara keempat program unggulan tersebut secara fundamental banyak yang telah kami kerjakan seperti merampungkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam kurun waktu tiga bulan Sumbar berhasil meraih penghargaan sebagai provinsi terbaik 1 tingkat nasional dalam pembangunan daerah tahun 2021," sebut Mahyeldi.

Selain itu dikatakan Mahyeldi Sumbar juga ditetapkan sebagai provinsi dengan laju pertumbuhan ekonomi nomor tiga tertinggi se Sumatera pada triwulan 1 tahun 2021.

Dalam masa kepemimpinan kami Pemprov. Sumbar melakukan inovasi dalam penanggulangan dan penanganan Covid 19 melalui pencanangan nagari tangguh dan kendaraan swab keliling serta mampu menjalin komunikasi yang harmonis dengan pemerintah pusat hal itu ditandai dengan kunjungan Wapres dan 10 Menteri kabinet indonesia kerja.

"Untuk perencanaan pembangunan juga bersinergi dan berkolaborasi dengan para anggota DPR RI, DPD RI Daerah Pemilihan Sumatera Barat, para perantau minang serta segenab tokoh masyarakat Sumatera Barat," ujarnya.

Selanjutnya ia juga menuturkan bahwa tantangan hari ini sangat berat pandemi Covid-19 belum usai dengan begitu menghadapi kondisi sulit ini semua pihak tidak boleh pesimis, di saat pertumbuhan ekonomi mengalami keterlambatan, Sumbar justru harus bergerak lebih cepat, gesit dan responsif.

Peluang peluang yang ada dicermati dan menyiapkan diri agar mampu bersaing kembali baik itu tingkat nasional maupun internasional dan yang paling penting lagi adalah Bagaimana program kerja bisa dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat sumatera barat supaya perekonomian meningkatan dan masyarakat sejahtera.

"Untuk mari kita bergandengan tangan mendukung dan menyukseskan program kerja yang sudah direncanakan, tentunya peran seluruh para elemen sesuai dengan posisi dan kewenangannya akan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membangun Sumbar kita cintai ini," harap Mahyeldi.

Pada waktu yang sama, Wakil Gubernur Audy Joinaldy juga mengatakan banyak peluang-peluang yang hadir di Sumatera Barat dalam 100 hari ini. Kalau dirata-rata dalam satu bulan ada empat sampai lima pejabat tinggi negara yang berkunjung memberikan program dan saran bagi Sumatera Barat.

"Kalau dari sekian banyak yang datang, lalu kita manfaatkan ini merupakan opportunities (peluang-peluang) bagi para OPD untuk betul-betul tangkap dengan sebaiknya kesempatan ini, karena sudah di depan mata," kata Wakil Gubernur.

Menurut Wagub ini adalah optimisme baru disaat ekonomi lagi sulit disaat Covid-19 sedang terus menaik bukan hanya di Sumbar tetapi diberbagai belahan Indonesia mengalami hal sama.

Ia mengajak tidak hanya Pemerintah Provinsi Sumbar tentunya juga dengan Forkopimda, DPRD, akademisi, organisasi-organisi yang ada, pengusaha dan pihak lainnya untuk saling bersinergi saling berkolaborasi membangun Sumbar.

"Saya dengan pak Gubernur akan terus komitmen terus berkeliling dan terus mencari sesuatu untuk kemajuan dan kepentingan Sumbar, serta selalu kompak. Sekarang baru 100 hari kami bersama pak Gubernur menjalankan tugas, tentu masih ada There Are Thousand More Days To Come (ribuan hari lagi yang akan datang) ayo kita sama sama bahu membahu dari segala bidang, dari segala sisi dalam pembangunan Sumbar dan mewujud Sumbar yang unggul bermadani dan berkelanjutan," tutur wagub.

Wakil Ketua Penanggungjawab Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar Hefdi,SH.MSi dalam kesempat itu menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi ikut serta dalam kegiatan pemerintah provinsi Sumbar dalam program 100 hari.

"Semoga kehadiran buku ini dapat menjadi motivasi dan semangat memajukan pembangunan Sumatera Barat lebih baik kedepannya. Tentunya dalam mewujudkan pembangunan kedepan tidak terlepas dari singkronikasi program pemerintah pusat dan daerah serta kalaborasi pemerintah provinsi dan pemkab/ko se Sumbar," ujarnya.

Sementara itu, inisiator penyusunan buku 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Reido Deskumar. ST menyampaikan buku adalah simbol dari sebuah intelektualitas yang mampu menjadi catatan sejarah dan pedoman dimasa yang akan datang.

"Buku adalah lambang dari intelektualitas yang bisa menjadi rujukan bagi generasi yang akan datang serta dapat berfungsi sebagai sebuah pembelajaran tentang bagaimana cara membangun kolaborasi dalam kepemimpinan, hal itulah yang mendasari, kenapa momentum 100 hari kerja ini kami tuangkan dalam bentuk buku". Tuturnya.

Reido juga menjelaskan, sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat tentang apa yang telah dilakukan kepala daerahnya dalam upaya pemenuhan janji-janji yang pernah mereka sampaikan sekaligus guna membuktikan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur benar-benar bekerja. Saat ini buku menjadi salah satu sarana komunikasi yang cukup efektif disamping berbagai sarana komunikasi lainnya.

Terakhir buku catatan kinerja 100 hari Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat periode 2021-2024, diberi judul "100 HARI KERJA" secara resmi diluncurkan oleh pasangan Mahyeldi bersama Audy Joinaldy.

Turut hadir menyaksikan Sekretaris Daerah Prov. Sumbar beserta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Anggota Fokopimda Provinsi Sumbar, Wakil Ketua DPRD provinsi Sumbar, dan Para Rektor Universitas di Sumbar, Ketua LKAAM, Ketua MUI, Bundo Kanduang, Pimpinan Organisasi Pers, koresponden dan jurnalis Sumbar

(BIRO ADPIM SEKDA PROV SUMBAR)



Berita Terkait