WAGUB SUMBAR BERBUKA BERSAMA FORKOPIMDA, BAHAS SOAL JALAN TOL DAN PENANGANAN COVID 19 Berita Utama

WAGUB SUMBAR BERBUKA BERSAMA FORKOPIMDA, BAHAS SOAL JALAN TOL DAN PENANGANAN COVID 19

Wagub Sumbar Berbuka Bersama Forkopimda, Bahas Soal Jalan Tol dan Penanganan Covid 19

Padang--Dalam rangka menyambung silaturahmi di bulan suci Ramadan sebagai momen menjalin kebersamaan dan mensinergikan kelancaran pembangunan di Sumatera Barat. Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumbar Buka Bersama (Bukber) di Kediamannya di Jl. A Yani No 9, Padang, Selasa (4/5/2021).

Wakil Gubernur Audy menyebutkan selain kegiatan berbuka puasa juga ada beberapa hal yang perlu dibahas pada hari ini yakni, yang pertama masalah jalan tol, yang kedua tentang Covid-19.

"Karena itu kita mengundang seluruh para Fokopimda dan instansi lainnya pada hari ini guna mensinergikan permasalahan ini. kegiatan ini atas inisiasi pak Kapolda untuk bukber sambil berdiskusi disini," ujar Audy.

Mengingat pandemi Covid-19 menurut wagub akan lebih baik dilaksanakan pertemuan ini di kediamannya, rasanya lebih aman dari pada di luar untuk melakukan diskusi. "Apalagi kita disini semua sudah di Swab Antigen dan Rapid Test Antigen berkali-berkali," sebut Audy.

Menanggapi persoalan pembebasan lahan pembangunan Tol, Kapolda Sumbar Irjen Pol. Toni Harmanto mengatakan progresnya sampai saat ini sudah dilakukan pengamanan - pengamanan baik bagi penggugat dan tergugat.

"Kita sudah yakini dokumen yang patut di pertanyakan perkembangannya sekarang sudah masuk pada proses penyelidikan oleh pihak kepolisian, karena jalan tol ini adalah merupakan proyek strategi nasional, uangnya dari pusat jadi kita punya semangat untuk menyelesaikan pembebasan jalan tol," ujar Kapolda.

Kapolda mengharapkan agar panitia pelaksana pembangunan jalan tol betul-betul mengidentifikasi dengan baik, untuk ganti rugi pembebasan lahan agar tidak ada hambatan baru lagi.

"Karena pihaknya sudah sepakat akan diputuskan di pengadilan, hal ini merupakan bagian dari kami bagi penghambat penyelesaian jalan tol ini, petugas lapangan brimob kami sudah patroli setiap hari, ditambah lagi dari batuan Dandrem dengan anggota-anggotanya," kata Kapolda Sumbar.

Selanjutnya ia juga menyebutkan sejauh ini belum ada preman-preman yang mengganggu. Kalau ada kami akan tahan mereka di Polsek. Begitulah upaya keras ini kami lakukan.

"Tujuannya adalah semua isu yang berkaitan dengan apa yang menjadi beban dari kita semua, tentunya bisa diatasi secara bersama. Kita siap membantu pemerintah daerah untuk menyukseskan pembangunan proyek nasional ini berjalan dengan baik," tegasnya.

Sementara itu, PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol Pekanbaru Seksi I Siska Martha Sari ST. MT mengatakan progres terhadap pengerjaan jalan tol yang sudah dilaksanakan oleh BPN. Kami sebagai instansi membutuhkan lahan untuk mendorong proses ini bisa dilaksanakan dengan cepat.

"Dari proses itu sudah identifikasi dan inventarisasi pengumuman penilaian. Setelah itu juga sudah dilakukan musyawarah validasi permintaan pembayaran dan pelepasan jalan," kata Siska.

Selain itu Siska juga menyebutkan bahwa Identifikasi sudah dilakukan oleh BPN sebanyak 1486 bidang dengan fasum atau fasos sekitar 212 bidang dan itu seluruhnya sudah di identifikasi. Kemudian sudah diumumkan oleh BPN sebanyak 1.471 bidang atau 109 persen.

"Dari pengumuman tersebut sudah melewati masa 14 hari pengumuman. Dan sudah dilakukan penilaian sebanyak 1.230 bidang kemudian dari hasil penilaian itu kita musyawarahkan bentuk ganti kerugiannya kepada masyarakat Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada ada penolakan dari masyarakat," ungkap Siska.

Selanjutnya terkait nilai, dan bentuk ganti kerugiannya, masyarakat meminta bentuk kerugiannya dalam bentuk uang. Dan itu sudah dilaksanakan sebanyak 1.082 bidang. Dari musyawarah itu masyarakat telah mengumpulkan berkas kepemilikan bukti identitas bahwa mereka memang memiliki tanah tersebut.

"Dari hasil pengumpulan berkas BPN baru melakukan validasi sebanyak 406 bidang. Hal itu sudah kita proses permintaan pembayaran sampai hari ini sebanyak 360 bidang. Terakhir dilaksanakan ganti kerugian dari hari Jumat kemarin sebanyak 39 bidang. Total uang sudah dikeluarkan sampai hari ini sebesar Rp118,6 miliyar," sebut Siska.

Namun di Nagari Buayan memang ada gugatan, kami sudah memohon ke pada Pak Kajati untuk memberikan pendapat dari kejaksaan terkait proses pembayarannya. Karena dari 70 bidang yang telah didata oleh BPN ber validasi hanya 26 bidang, ternyata ada 6 bidang bersengketa sehingga kami kembalikan ke LMAN.

Penyelesaian itu membutuhkan waktu untuk menandatangi berkas-berkas kepemilikannya. Sekarang kami masih mengumpulkan berkas di Nagari Buayan tersebut untuk proses pembayaran berikutnya. Karena ada tanah bersertifikat atas nama Nurmiah ternyata dia sudah meninggal sehingga dibutuhkan surat Aliwaris.

"Untuk membutuhkan tanda tangan Aliwaris dari anak-anaknya dan keluarga yang lain. Keluarganya juga ada yang di luar kota kita butuh waktu untuk memproses berkas-berkas mereka agar bisa menunjukkan bukti keterangan. Jika hal itu sudah selesai maka LMAN akan membayarkan lahan tersebut, mudah-mudahan ini dapat kami selesaikan sesuai prosedur dari LMAN", harap Siska.

(Biro Humas Setda Prov Sumbar)



Berita Terkait